Secara singkat,
bank soal yang biasa dikenal pendidik didefinisikan sebagai kumpulan dari
butir-butir tes. Namun
bank soal tidak
hanya mengacu pada sekumpulan soal-soal saja. Bank soal
mengacu pada proses pengumpulan soal-soal, pemantauan dan
penyimpanannya dengan informasi
yang terkait sehingga mempermudah pengambilannya untuk
merakit soal-soal
(Thorndike, 1982).
Millman (dalam
J. Umar, 1999) mendefinisikan bank soal sebagai kumpulan yang relative besar,
yang mempermudah dalam
memperoleh pertanyaan-pertanyaan
penyusun tes. “Mudah”
mememiliki pengertian bahwa
soal-soal tersebut diberi
indeks, terstruktur, dan
diberi keterangan sehingga
mudah dalam pemilihannya untuk disusun sebagai perangkat
tes pada suatu ujian.
Senada dengan
pengertian-pengertian di atas,
Choppin (dalam J. Umar,
1999) memberikan definisi
bahwa bank soal
merupakan sekumpulan dari
butir-butir tes yang
diorganisasikan dan dikatalogkan
untuk mencapai jumlah
tertentu berdasarkan isi dan juga karakteristik butir. Karakteristik
butir ini meliputi tingkat kesulitan, reliabilitas, validitas dan lain-lain.
Menurut
Ward (2004), “an item bank is a
collection of test items that may be
easily accessed for use in preparing examinations” . Bank soal adalah
koleksi butir soal yang mudah dipergunakan untuk menyiapkan sebuah penilaian.
Definisi yang lebih lengkap seperti berikut ini. ”Item banks are files of various
suitable test items that are "coded by subject area, instructional level,
instructional objective measured, and various pertinent item characteristics
(e.g. item difficulty and discriminating
power) ". ” Bank soal adalah
sekumpulan soal yang layak yang dikodekan berdasarkan subjek materi, tingkat pembelajaran,
tujuan pembelajaran yang diukur, dan bermacam karakteristik lain butir soal
yang berguna. (Gronlund, dalam Rudner, 1998).
2.1.1
Karakteristik
Bank Soal
Berdasarkan
definisi bank soal, beberapa karakteristik bank soal yang perlu dipahami adalah
sebgai berikut:
a.
Setiap butir soal pada bank
soal merupakan butir soal yang terkalibrasi (teruji).
Soal-soal
disebut layak (suitable) mengandung
pengertian soal berkualitas, baik dalam hal validitas (validity), keterbacaan (readability),
keterukuran (measurable) maupun aspek
ekonomisnya (efisien, lugas). Aspek validitas merupakan aspek yang paling penting
dari setiap butir soal pada bank soal. Jika sebuah soal tidak teruji
validitasnya maka tidak dapat dimasukkan ke dalam bank soal.
b.
Setiap butir soal dilengkapi berbagai
informasi berguna.
Setiap
butir soal pada bank soal memiliki berbagai informasi yang bermanfaat dalam
penyusunan sebuah instrumen penilaian. Setiap butir soal pada bank soal
disertai spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengelola bank soal. Beberapa
informasi yang menyusun spesifikasi butir soal antara lain materi pembelajaran
( subject matter), tujuan
instruksional (yaitu SK dan KD), tingkat kelas, tingkat kesulitan soal, jenis
atau tipe soal (misalnya pilihan ganda, jawaban singkat, uraian, dll),
statistik butir soal (indeks validitas, indeks daya beda, indeks tingkat
kesukaran, dll), nama penyusun soal, nama preview , dan masih banyak lagi.
c.
Basis data ( soal-soal ) pada sebuah
bank soal dibangun secara terstruktur.
Bank
soal bukanlah kumpulan soal semata namun merupakan suatu organisasi butir-butir
soal. Jadi, semua butir soal pada bank soal disusun secara sistematis
sedemikian hingga antara butir soal yang satu dan yang lain memiliki hubungan (link) berdasarkan komponen spesifikasi
yang sama. Dengan demikian, misalnya ketika seorang guru menghendaki beberapa
butir soal yang dapat mengukur suatu kompetensi tertentu, maka penelusuran ke
soal-soal tersebut mudah dilakukan dari sebuah bank soal.