" . . .Welcome to My Story_^. . ."

Senin, 25 Juni 2012

Bank Soal

Secara singkat, bank soal yang biasa dikenal pendidik didefinisikan sebagai kumpulan  dari  butir-butir  tes.  Namun  bank  soal  tidak  hanya  mengacu  pada sekumpulan soal-soal saja. Bank soal mengacu pada proses pengumpulan soal-soal, pemantauan  dan  penyimpanannya  dengan  informasi  yang  terkait  sehingga mempermudah  pengambilannya  untuk  merakit  soal-soal (Thorndike,  1982).
 Millman (dalam J. Umar, 1999) mendefinisikan bank soal sebagai kumpulan yang relative  besar,  yang  mempermudah  dalam  memperoleh  pertanyaan-pertanyaan penyusun  tes.  “Mudah”  mememiliki  pengertian  bahwa  soal-soal tersebut  diberi indeks,  terstruktur,  dan  diberi  keterangan  sehingga  mudah  dalam  pemilihannya untuk disusun sebagai perangkat tes pada suatu ujian. 
 Senada  dengan  pengertian-pengertian  di  atas,  Choppin  (dalam  J.  Umar, 1999)  memberikan  definisi  bahwa  bank  soal  merupakan  sekumpulan  dari  butir-butir  tes  yang  diorganisasikan  dan  dikatalogkan  untuk  mencapai  jumlah  tertentu berdasarkan isi dan juga karakteristik butir. Karakteristik butir ini meliputi tingkat kesulitan, reliabilitas, validitas dan lain-lain.
Menurut Ward (2004), “an item bank is a collection of  test items that may be easily accessed for use in preparing examinations” . Bank soal adalah koleksi butir soal yang mudah dipergunakan untuk menyiapkan sebuah penilaian. Definisi yang lebih lengkap seperti berikut ini. ”Item banks are  files of various suitable test items that are "coded by subject area, instructional level, instructional objective measured, and various pertinent item characteristics (e.g. item  difficulty and discriminating power) ". ”  Bank soal adalah sekumpulan soal yang layak yang dikodekan berdasarkan subjek materi, tingkat pembelajaran, tujuan pembelajaran yang diukur, dan bermacam karakteristik lain butir soal yang berguna. (Gronlund, dalam Rudner, 1998).

2.1.1        Karakteristik Bank Soal 
 Berdasarkan definisi bank soal, beberapa karakteristik bank soal yang perlu dipahami adalah sebgai berikut: 
a.       Setiap butir soal  pada bank  soal merupakan butir soal yang terkalibrasi (teruji).
Soal-soal disebut layak (suitable) mengandung pengertian soal berkualitas, baik dalam hal validitas (validity), keterbacaan (readability), keterukuran (measurable) maupun aspek ekonomisnya (efisien, lugas). Aspek validitas merupakan aspek yang paling penting dari setiap butir soal pada bank soal. Jika sebuah soal tidak teruji validitasnya maka tidak dapat dimasukkan ke dalam bank soal. 
b.      Setiap butir soal dilengkapi berbagai informasi berguna. 
Setiap butir soal pada bank soal memiliki berbagai informasi yang bermanfaat dalam penyusunan sebuah instrumen penilaian. Setiap butir soal pada bank soal disertai spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengelola bank soal. Beberapa informasi yang menyusun spesifikasi butir soal antara lain materi pembelajaran ( subject matter), tujuan instruksional (yaitu SK dan KD), tingkat kelas, tingkat kesulitan soal, jenis atau tipe soal (misalnya pilihan ganda, jawaban singkat, uraian, dll), statistik butir soal (indeks validitas, indeks daya beda, indeks tingkat kesukaran, dll), nama penyusun soal, nama preview , dan masih banyak lagi. 
c.       Basis data ( soal-soal ) pada sebuah bank soal dibangun secara terstruktur.
Bank soal bukanlah kumpulan soal semata namun merupakan suatu organisasi butir-butir soal. Jadi, semua butir soal pada bank soal disusun secara sistematis sedemikian hingga antara butir soal yang satu dan yang lain memiliki hubungan (link) berdasarkan komponen spesifikasi yang sama. Dengan demikian, misalnya ketika seorang guru menghendaki beberapa butir soal yang dapat mengukur suatu kompetensi tertentu, maka penelusuran ke soal-soal tersebut mudah dilakukan dari sebuah bank soal.