Menurut Bambang Heriyanto
(2004:259) UML adalah bahasa grafis untuk mendokumentasi,
menspesifikasikan, dan membangun sistem perangkat lunak. UML berorientasi
objek menerapkan banyak level abstraksi, tidak bergantung proses pengembanagn,
tidak bergantung bahasa dan teknologi, pemaduan beberapa notasi di beragam
metodologi, pengembangan UML dimulai dari kerjasama Grady Booch dan James
Rumbauhh pada 1994 untuk mengkombinasikan dua metodologi terkenal- Booch
dan OMT, kemudian Ivar Jacobson pencipta metode OOSE (Object Oriented Software
Engineering) bergabung.
Menurut Adi Nugroho
(2005:59) Diagram use case memperlihatkan kepada kita hubungan–hubungan yang
terjadi antara aktor–aktor dengan use case-use case dalam sistem.
Menurut Bambang Heriyanto
(2004:267) Use Case adalah interaksi antara actor eksternal dan
sistem, hasil yang dapat diamati oleh actor, berorientasi
pada tujuan, dideskripsikan di diagram use-case dan teks.
Use-case
Diagrams menyediakan cara
medeskripsikan pandangan eksternal terhadap sistem
dan interaksi-interaksinya dengan dunia luar. Dengan
cara ini diagram use-case menggantikan diagram konteks pada pendekatan
konvensional. Untuk penciptaan model use-case melibatkan pendefinisian
sistem, pencarian aktor-aktor dan use-case, mendeskripsikan
use-case dan mendefinisikan hubungan antar use-case dan
terakhir adalah melakukan validasi model.
1.
Aktor
Menurut Adi Nugroho
(2005:50) Dalam pemodelan sistem dengan
UML,
aktor
adalah seseorang atau sesuatu yang berinteraksi dengan sisten yang sedang kita
kembangkan. Aktor berada diluar lingkup sistem/perangkat lunak yang sedang kita
kembangkan ; bersifat ekternal.
Menurut Bambang Heriyanto
(2004:269) Dalam pemodelan sistem dengan UML, actor adalah
seseorang atau sesuatu yang berinteraksi dengan sistem. Yang
dimaksud dengan berinteraksi adalah actor mengirim atau
menerima pesan ke atau dari sistem atau
mempertukarkan informasi dengan
sistem.
Secara prinsip dapat kita
kenali 3 jenis actor untuk hampir semua sistem/perangkat lunak
yang kita kembangkan, yaitu sebagai berikut :
1. Aktor
yang pertama yaitu orang-orang yang hadir secara fisik, atau para
pengguna. Mereka adalah aktor yang paling umum dan hadir di setiap
sistem/perangkat lunak.
2. Aktor yang kedua yaitu
sistem lain.
3. Aktor
yang ke tiga yaitu waktu menjadi aktor ketika ia memicu event-event tertentu
bagi sistem/perangkat lunak yang kita kembangkan.
Gambar 2.1 Simbol aktor
tabel usecase diagram
NO
|
GAMBAR
|
NAMA
|
KETERANGAN
|
1
|
Actor
|
Menspesifikasikan himpunan
peran yang
pengguna mainkan ketika berinteraksi dengan
use case.
|
|
2
|
Dependency
|
Hubungan dimana
perubahan
yang terjadi
pada suatu elemen
mandiri
(independent)
akan mempengaruhi elemen
yang bergantung padanya
elemen
yang tidak mandiri (independent).
|
|
3
|
Generalization
|
Hubungan dimana
objek anak (descendent)
berbagi perilaku
dan struktur data dari
objek yang
ada di atasnya
objek induk
(ancestor).
|
|
4
|
Include
|
Menspesifikasikan bahwa use
case
sumber
secara
eksplisit.
|
|
5
|
Extend
|
Menspesifikasikan bahwa use
case
target memperluas
perilaku dari use case
sumber
pada suatu titik yang
diberikan.
|
|
6
|
Association
|
Apa yang menghubungkan antara
objek satu
dengan objek
lainnya.
|
|
7
|
Sistem
|
Menspesifikasikan paket yang
menampilkan sistem secara terbatas.
|
|
8
|
UseCase
|
Deskripsi dari
urutan aksi-aksi yang
ditampilkan sistem yang
menghasilkan
suatu hasil yang
terukur
bagi
suatu aktor
|
|
9
|
Collaboration
|
Interaksi
aturan-aturan
dan
elemen lain
yang bekerja sama untuk menyediakan prilaku
yang lebih besar dari jumlah
dan elemen-elemennya (sinergi).
|