Ketika aku berjalan dipinggir jalan raya menuju sekolahan (TK) tiba2 ada sebuah mobil menghantam tubuhku sehingga aku terpental beberapa meter dan masuk kekubangan air hujan di pinggir jalan, serentak akupun menagis kesakitan dan terkejut atas apa yang terjadi pada diriku. Dan mobil itupun kabur begitu saja tanpa mempertanggungjawabkan perbuatanya. Syukurnya tak ada luka yang serius, aku hanya memar2 biasa (dasar orang sunda sudah buntung juga masih bilang untung… huh dech…_^).
Beberapa bulan kemudian ibuku menemukan benjolan kecil dipunggungku yang makin lama makin membesar tapi anehnya saya tidak merasa kesakitan sama sekali ,entah karena tertabrak mobil waktu itu tau karena faktor lain, Ketika itu saya diperiksa dipuskesmas terdekat saya pun diberi obat seperti biasanya, tanpa tau penyakit apa yang saya derita. Karena tidak ada perubahan akhirnya saya diperiksa ke dokter dan dinyatakan terkena tbc tulang,dan disuruh berobat jalan selama 3bln secara rutin setiap hari dipuskesmas terdekat, akupun mengikuti saran dokter. setiap hari saya harus disuntik dan entah cairan apa yang dimasukan ketubuh saya, akupun harus merasakan sakitnya jarum yang menusuk kulitku tiap harinya tak jarang juga saya mengalami bisul2 karena saking seringnya jarum menusuki kulitku…. Setelah sebulan saya melakukan saran dokter bukan kesembuahan yang saya dapatkan melainkan kelumpuhan yang saya terima. Hingga saya harus memutuskan pendidikanku ya walaupun waktu itu saya masih taman kanak2 tapi akupun pengen seperti teman2ku yang mulai memasuki Sekolah Dasar.
karena dulu masih kurang pengetahuan mengenai dunia kedokteran dan medis jadi saya hanya diobati melalui pengobatan alternatif. Akupun telah mencoba berbagai cara dan berbagai tempat sudah saya datangin tapi saya masih tetap tidak bisa jalan. Selama 1 tahun saya mengalami lumpuh total setelah berobat kemana2 akhirnya saya bisa berjalan walaupun harus menggunakan bantuan 2 tongkat yang menopang berat badanku.
Akupun melanjutkan pendidikanku ke Sekolah dasar, walaupun harus menanggung malu karena menggunakan kaki 4 dan tak jarang teman- temanku bahkan orang2 sekitar sekolahanku mengolok2 dan mengejekku karena bertongkat dan memilki tubuh yang gak normal (bungkuk kaya nenek2 padahal baru berumur 7 th)tapi dengan semangat dan keinginanku yang sangat kuat untuk kembali bersekolah akupun menjalankan hari-hariku dengan ceria dan prestasi yang cukup tinggi.
Beruntungnya aku memilki keluarga yang sayang, sabar,selalu melindungi dan memberiku semgat hidup, Aku tak henti - hentinya berobat kemana-mana karena keluargaku tak tega melihat kondisiku yang harus bersekolah dngn menggunakan tongkat. Hingga suatu ketika saya berobat didaerah banten setelah beberapa kali melakukan terapi akhirnya saya bisa melepaskan kedua tonggkatku. walaupun belum sembuh sepenuhnya aku bahagia sudah bisa berjalan tanpa memerlukan bantuan tonggkat lagi, aku belum bisa berdiri tegak seperti teman-temanku yang lainya , selain benjolan dipunggungku yang makin membesar akupun berjalan membungkuk karena masih harus memengang kedua lututku tuk menyeimbangkan tubuh.
Bosan rasanya aku harus berobat terus menerus :-(…
tapi keluargaku terus berusaha melakukan berbagai cara agar aku bisa sembuh total, ketika aku duduk di bangku kelas 4 SD akhirnya saya bisa berjalan seperti teman-temanku yang lainya tanpa tongkat dan tanpa memegang lutut lagi… aku sangat bahagia sekali akhirnya saya bisa merasakan jalan normal seperti yag lainya y walaupun tak setegak yang lainya (agak membungkuk) setidaknya saya tidak terlalu diasingkan oleh orang2 disekitarku. ya tak jarang orang2 menatapku sinis dan aneh, terkadang mengeluarkan bisikan2 yang tak mengenakan hati.... Mereka selalu memandangku setengah mata tanpa mempedulikan bagaimana beratnya menanggung dan menahan rasa sakit yang aku derita baik secara fisik maupun batin. Terkadang aku berdoa agar suatu saat nanti mereka bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini (ich kejam juga y diriku, astagfirullah…maafkan segala kehilafanku ya Allah).
Aku selalu berkhayal bahkan berharap bahwa semua ini hanyalah mimpi buruk belaka. anehnya kenapa aku gak bisa bangun dari mimpi burukku ini? Kapan aku bisa bangun dan mengakhiri mimpi ini?. "kenapa Allah memilih aku? Sampai kapan aku harus menanggungnya? " dan itulah yang selalu menjadi Tanda Tanya besar (?) selama ini dan tak pernah ada jawabanya, Tapi ortuku selalu mengingatkan dan menasehatiku "jika bisa digantikan biar qt yang menanggung semua ini, terimalah kenyataan ini dengan lapang dada, pasti ada hikmah dibalik semua ini dan ingatlah dihadapan Allah SWT semua manusia itu sama, hanya iman dan taqwanyalah yang menbedakan dengan yang lainya " . Disitu aku baru sadar bahwa ini bukanlah mimpi buruk tapi inilah kenyataanya, inilah jalan hidupku tak ada yang bisa menggantikanya dan tak bisa ku tolak...
dan aku yakin betapa allah menyayangiku dengan diberikannya cobaan ini yang berarti allah masih mengingat adanya aku sebagai hambanya… terimakasih ya allah, semoga denagn begini aku bisa lebih sabar dan lebih dekat dengan-Mu. Amin…._^