Ada orang yang merasa membenci dirinya karena
dirinya tidak tampan atau tidak cantik. Padahal bisa jadi jika dia cantik, dia
malah terjurumus ke dunia orang-orang yang suka pamer aurat yang dibenci oleh
Allah SWT. Bisa saja karena tidak cantik
justru menyelamatkan dirinya dari rasa sombong dan takabur. Yang jelas, apa pun
yang ada pada diri kita, berbaik sangkalah kepada Allah SWT, bahwa itu semua
yang terbaik untuk kita.
Sesuatu yang kita suka atau kita benci semuanya tidak
lain nikmat sekaligus ujian. Terimalah apa yang ada pada diri kita. Jangan
membenci apa yang terjadi pada diri kita, karena bisa jadi semua itu adalah
yang terbaik untuk kita.Jika kita sudah bisa menerimanya dengan lapang dada,
hidup akan lebih bersemangat dalam mengejar prestasi, karena tidak ada lagi
kata gagal di dalam kamus hidupnya.
Hidup akan lebih tenang dengan segala
kekurangan yang ada di dalam diri. Tidak ada kekhawatiran, begitu bebas, lepas,
semuanya diserahkan kepada Allah untuk memberikan yang terbaik bagi dirinya.
Daripada tenggelam
dengan kesedihan akibat kesulitan, mengapa kita tidak berusaha mengambil hikmah
dengan cara berprasangka baik kepada Allah SWT. Mungkin dengan datangnya
kesulitan kepada kita, agar kita:
1. memiliki hati
yang lebih kuat, sebab kesulitan menguatkan hati kita
2. sadar dengan
segala kekurangan dan kesalahan sehingga kita bertaubat dan dosa kita diampuni.
3. bebas dari rasa
‘ujub, kesulitan adalah bisa saja sebagai teguran karena kita merasa bisa dan
merasa pintar
4. tidak lalai,
sudah nyata kesulitan ada dihadapan kita
5. lebih banyak
mengingat Allah SWT
6. lebih bershabar,
karena mungkin saja kesulitan ini adalah latihan bershabar