jika berbicara tentang cita-cita,tiap orang pasti memiliki cita- cita yang berbeda bahkan mungkin lebih dari satu. tapi tidak dengan aku yang tetap konsisten dari pertama mengetahui apa itu cita- cita hingga saat nie ingin menjadi Guru Dengan alasan ingin duduk manis depan murid-murid dengan meletakan kaki kanan diatas kaki kiri (ANEH.COM) serta mengamalkan ilmu yg tlah ku dapatkan..
Dari kecil aku menyukai pelajaran berhitung. diawali dengan menghitung ulat yang ada dalam buah apel (hehehe ga ada kerjaan bgt.._^) hingga menghitung soal cerita.
waktu saya duduk dibangku Tsanawiyah dan Aliyah pun saya tetap menyukainya bahkan saya pernah mengikuti olimpiade matematika se-jawa barat (ya walaupun bukan jadi sang juara tapi setidaknya saya juara disekolahan hehe maksa mood on)
Ketika musim ujian nasional pun saya dipercaya oleh wali kelas untuk membantu bealiau mengajarkan MTK pada teman2 saya, selain itu terkadang saya mengajarkan bahasa baik bhs arab maupun bhsa inggris pada adik kelas karena kebetulan pesantrean saya memprioritaskan bahasa.
setelah lulus Aliyah dengan hasil yang cukup memuaskan sayapun disibukan daftar ke berbagai universitas negeri dengan mengambil jurusan pendidikan sebagai gerbang utama tuk mengejar cita2ku, setelah mendaftar di 4 universitas dgn jurusan yg berbeda2 saya diterima di sebuah universitas islam negeri di bandung melalui jalur SPMB namun bukan jurusan yg saya harapkan, y mungkin salahku juga mencantumkan pilihan ke2 selain pendidikan.. saya lulus di jurusan teknik informatika. Ketika mengetahuinya saya pun berencana tuk mengikuti ujian tulis dengan jurusan pendidikan tentunya, namun ortupun melarangku tuk mengikuti tes kembali dengan alasan belum tentu diterima karena uang pendaftaran dan registrasi sudah masuk.
akupun mengikuti apa kata ortu karena hanya restu dari ortulah yang saya utamakan.
dengan basic yg pas-pasan saya pun menjalankanya seperti air yg mengalir…
dengan berjalanya waktu saya malah menjadi benci akan jurusan pendidikan karena dia telah memutuskan tekadku menjadi seorang guru…
Memang penyesalan itu selalu datang terakhir saya selalu dibayang-bayangi akan cita2ku menjadi seorg guru…
Namun hati kecilku tidak bisa dibohongi, y… saya masih ingin menjadi seorg guru… duduk manies depan anak murid…
Namun dengan pengalamanku nie aku bisa menyimpulkan bahwa manusia hanya bisa berencana dan berusaha hasil akhirnya hanya Allahlah yang menentukan...
akupun mengikuti apa kata ortu karena hanya restu dari ortulah yang saya utamakan.
dengan basic yg pas-pasan saya pun menjalankanya seperti air yg mengalir…
dengan berjalanya waktu saya malah menjadi benci akan jurusan pendidikan karena dia telah memutuskan tekadku menjadi seorang guru…
Memang penyesalan itu selalu datang terakhir saya selalu dibayang-bayangi akan cita2ku menjadi seorg guru…
Namun hati kecilku tidak bisa dibohongi, y… saya masih ingin menjadi seorg guru… duduk manies depan anak murid…
Namun dengan pengalamanku nie aku bisa menyimpulkan bahwa manusia hanya bisa berencana dan berusaha hasil akhirnya hanya Allahlah yang menentukan...